pressrelease_zika-copy

Segera Revisi Penanggulangan Virus Zika


Pemerintah perlu segera merevisi langkah-langkah yang diambil dalam mengantisipasi kemungkinan penularan dan penyebaran virus zika. Jangan pernah menganggap remeh menyangkut keselamatan rakyat, kata Nihayah, anggota DPR RI, komisi IX.
‘Menkes sangat lamban dan terkesan menunggu perkembangan dalam mengambil langkah menyikapi penyebaran virus ini ‘ tegas Nihayah, dari fraksi PKB ini.

Seperti diberitakan banyak media, setidaknya di Asia terdapat tiga negara yang telah ditemukan warganya terjangkit virus Zika yaitu Singapura, sekira 333 penderita, Malaysia, sekira 30-40 kasus, Filipina, sekira 8 kasus.

Salah satu keputusan menkes untuk mengantisipasi penularan dari luar yang perlu direvisi adalah pemberian travel advisory pada ibu hamil bukan travel warning. Sedangkan dalam negeri terlihat menkes belum masif sosialisasi ke masyarakat tentang virus ini.

‘Setiap tahun ada banyak penderita DBD yang meninggal di Negara kita ini. Hal itu wajib menjadi cambukan keras dan cukup menjadi fakta bagi pemerintah agar lebih cermat dalm menangani dan mengantisipasi jatuhnya korban karena terkena gigitan nyamuk seperti pada virus zika.’ terang Nihayah.

Sebagai anggota Badan legislasi DPR RI, Nihayah akan mendorong pengesahan RUU Karantina Kesehatan. Selain itu, sebagai anggota komisi IX, ia akan terus memperjuangkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang nyaman. Dengan tujuan, supaya masyarakat bersedia periksa di faskes-faskes pemerintah jika merasakan gejala-gejala virus zika.




Nihayatul Wafiroh

Adalah anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Timur III (Banyuwangi-Bondowoso-Situbondo). Saat ini juga dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal di Dewan Pengurus Pusat PKB. Aktif dalam Kaukus Perempuan Parlemen RI sebagai Wakil Sekretaris.