c0m5eapvqaax-zx-copy1

Halaqoh Nyai Nusantara : PERANAN ULAMA PEREMPUAN DALAM MEWUJUDKAN POLITIK RAKHMATAN LIL ALAMIN


Peran utama seorang Nyai baik di lingkup keluarga, di masyarakat dan lingkup negara sangat penting dan sentral dalam mewujudkan politik Islam yang Rakhmatan lil Alamin. Disinilah nilai-nilai kesetaraan baik dalam hubungan gender, hubungan buruh dan majikan dan hubungan negara dan warga negara menjadi sangat penting untuk disosialisasikan dan diimplementasikan.

Peran sebagai pembawa perubahan (agent of change)  ini menuntut tanggungjawab yang besar khususnya bagi para Nyai yang sehari-harinya berada di tengah masyarakat, sebagai perempuan dalam berbagai profesinya agar dapat memberi arah kepada politik kemasyarakatan atas dasar nilai-nilai universalitas, yaitu kesetaraan dan persamaan sesama manusia. Karena pada dasarnya semua manusia punya hak dan kewajiban yang sama sebagai khalifah Allah di muka bumi. Ini juga mengasumsikan bahwa Nyai dapat mengkontekstualisasikan ajaran Islam Universal tersebut dalam persoalan-persoalan sosial yang berkembang seperti kemiskinan, AKI, kesehatan, pendidikan, dst.

Ijtihad politik Perempuan Bangsa melalui Halaqoh Nyai Nusantara adalah jawaban atas partisipasi perempuan membangun pedesaan. Majelis keagamaan yang tumbuh subur di pedesaan banyak digawangi oleh para ulama perempuan, mereka jadi kunci pembangunan.  Dengan peranannya yang begitu sentral dimasyarakat maka ada beberapa peluang yang bisa dimainkan, salah satunya sebagai pendamping atau paralegal desa.




Nihayatul Wafiroh

Adalah anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Timur III (Banyuwangi-Bondowoso-Situbondo). Saat ini juga dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal di Dewan Pengurus Pusat PKB. Aktif dalam Kaukus Perempuan Parlemen RI sebagai Wakil Sekretaris.