14642014_685837201568653_895454672779047961_n

Cak Imin: Kaum Perempuan Tidak Mudah Goyang Pendiriannya


Di hadapan ratusan kader organisasi Perempuan Bangsa (PB), Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa dalam perempuan memiliki posisi tawar sama dengan kaum lelaki di dunia politik. Bahkan, kaum perempuan memiliki nilai lebih dalam berkomitmen dan melakukan kerja-kerja politik.

“Mereka solid dan tidak mudah goyang. Untuk itu saya berharap pembahasan rencana strategis PB ke depan lebih fokus pada kerja-kerja nyata ketimbang berkutat pada pembuatan seminar dan workshop,” kata Muhaimin disela-sela acara seminar dan rencana strategis Perempuan Bangsa di Hotel Bidakara, Minggu (16/10/2016).

Cak Imin–panggilan akrab H Abdul Muhaimin Iskandar–berkata, dengan rencana strategis (renstra) pembagian tugas antara satu anggota dengan anggota lainnya menjadi tepat sasaran. Namun, ia berharap setelah pembuatan renstra ini, PB semakin menggeliat, bukan malah asik dengan dunianya sendiri.

“Artinya, meninggalkan kerja-kerja nyata. Mereka lebih sibuk ngurus kepentingan mereka masing-masing, sementara kepentingan rakyat terabaikan. Penyakit yang biasanya hinggap di organisasi-organisasi di Indonesia, hal itu tidak boleh terjadi di PB,” tegasnya.

Menurut Cak Imin, PKB sejak dulu mendorong kader perempuan untuk maju. Sebab, PKB sadar bahwa kaum perempuan dalam politik menjadi sebuah elemen vital partai.

“Dengan kata lain, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi kaum perempuan untuk tidak sekedar bagian partai. PKB menempatkan mereka (kader perempuan PKB) sebagai subyek politik. Pemeran utama dalam setiap proses politik partai,” ujarnya.

Cak Imin mengapresiasi gerakan Perempuan Bangsa yang konsisten melakukan pemberdayaan politik.

“Dan hasilnya terlihat. Keterwakilan perempuan kader PKB di Senayan (DPR) selalu diatas 10 persen. Sekarang saja 15 persen, Insya Allah 2019 semakin bertambah,”ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB, Hj Siti Masrifah, menuturkan, peran serta perempuan dalam mewujudkan program Susitanable Development Goals (SDGs) sangat besar.

“Baik itu dalam konteks kemiskinan, kesejahteraan, kesehatan, kesetaraan gender, maupun politik. Perempuan merupakan elemen yang sangat penting untuk kemajuan sebuah bangsa,” tuturnya.

Mbak Cipa–panggilan akrab Hj Siti Masrifah–berharap keberadaan PB dalam konstilasi nasional mampu menaikan derajat bangsa Indonesia menuju kebaikan. Dimana, kemiskinan, kemelaratan, tersingkirnya kaum perempuan, dan isu lainnya dapat diatasi pemerintah.

“Sebagai organisasi yang berada di garda tedepan membela kaum perempuan dan anak, PB akan selalu mengingatkan pemerintah jika memang pemerintah alpa dalam perbaikan soal kemiskinan, perempuan dan anak,” tuturnya.

 

http://www.tribunnews.com/nasional/2016/10/16/cak-imin-kaum-perempuan-tidak-mudah-goyang-pendiriannya




Nihayatul Wafiroh

Adalah anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Timur III (Banyuwangi-Bondowoso-Situbondo). Saat ini juga dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal di Dewan Pengurus Pusat PKB. Aktif dalam Kaukus Perempuan Parlemen RI sebagai Wakil Sekretaris.